Senin, 17 Juli 2023

Ada yang bersembunyi

 Dalam menjalani kehidupan, terkadang apa yang terlintas di hati tak sampai menjadi ucapan.

Apa yang tersampaikan oleh mulut, berbanding terbalik dengan keinginan di hati. 

Atau mungkin teriakan di hati tak menghasilkan satupun bunyi atau huruf. 

Mengapa ini bisa terjadi?

Apakah yang terbesit dihati itu kalimat negatif?

Atau mungkin yang bersuara itu baik, hanya saja kita takut menyuarakannya. Takut menyuarakan yang baik? mengapa?

Apakah karena kebaikannya ini masih bersifat subjektif dari diri sendiri, ataukah kebaikan ini benar menurut syariat?

Atau kita tak berkata karena takut menyinggung lawan bicara, meskipun yang ingin kita ucapkan baik dan benar sesuai ketentuan?

Baik dan benar memang harus disampaikan, hanya tentu dibarengi dengam kebijaksanaan. Memilah dan memilih kata yang sesuai. 

Ketakutan kadang timbul karena kurangnya perbendaharaan kata, sedikit cara yang kita tahu dalam metode penyampaian. 

Namun sejatinya, sebagai seorang muslim, sebagai orang beriman, sebagai hamba Allah Ta'ala, hati pikiran dan ucapan/perbuatan harus seirama, seiya sekata.

Adapan bila bisikan negatif datang, segeralah meminta perlindungan kepada-Nya.

Dalam suatu ayat dijelaskan manusia itu diartikan al-ins yang bermakna nampak/tampil.

Masih di ayat yang sama, ada makhluk yang disebut juga yaitu al-jin yang bermakna tersembunyi.

Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa sifat manusia itu nampak, harus tampil. Karena yang bersembunyi itu sifatnya jin. Wallahu alam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi