Kamis, 20 Juli 2023

Panggilan Adzan

 Lafadz adzan merupakan lafadz yang langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dari dulu sampai sekarang.

Tak bisa diubah-ubah mengikuti kemauan kita.

Pernahkah kita mencoba untuk merenung sedikit, mencoba memetik hikmah dibalik lafadz-lafadz adzan tersebut.

Seperti ketika Lafadz "Allahu akbar Allahu akbar" menggema, pernahkah berpikir bahwa Allah sedang mengingatkan kita bahwa Dia lah yang Maha Besar, Maha Kuasa, sehingga sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, dihadapan Allah yang Maha Besar, masalah yang kita anggap besar itu bukanlah apa-apa.

Maka saat lafadz itu dikumandangkan pernahkah kau merasa bahwa Allah sedang memanggil "Kemarilah, masalah apapun yang kau hadapi, serahkan padaKu".

Kemudian lafadz setelah itu, merupakan dua kalimat syahadat, yang mana mengingatkan janji yang pernah kita ikrarkan sejak dalam kandungan. 

Tentu kita tak ingin menjadi orang yang suka ingkar janji, terlebih janji kepada Dzat yang telah menciptakan kita. 

Lalu lafadz "Hayya 'alas sholah". (Marilah Shalat)

Dengan sifat Maha Kuasa-Nya, Dia memilih menggunakan kalimat ajakan (marilah), bukan perintah. Betapa Maha PenyayangNya Allah.

Lalu lafadz "Hayya' alal falah" sering diartikan Marilah menuju kemenangan).

Bila kita kaitkan dengan lafadz sebelumnya, berati Allah memberitahu kita, "Bila ingin meraih kemenangan maka sholatlah".

Dan lagi, khusus untuk kedua lafadz ini, Rasullah mencontohkan jawaban yang berbeda. 

Maksudnya, ketika mendengar adzan, kita disunahkan untuk menjawab dengan mengucapkan kembali lafadz yang muadzin kumandangkan. 

Tapi saat muadzin berseru " Hayya 'alas Sholah" dan "Hayya' alal Falah", kita disunahkan menjawabnya dengan lafadz "Laa haula walaa quwwata illa billah" (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah). 

Bila kita iman, dan yakin bahwa kita ini dapat bergerak, bernafas, berjalan, berpikir, bekerja semua karena izin Allah. Maka lafadz adzan itu akan terdengar seperti "Mari sholat, karena kamu bisa bernafas atau bergerak sekarang itu juga karena izin-Nya, kehendak-Nya". 

Lalu adzan itu diakhiri dengan lafadz "Laa ilaaha illallah". 

Sebuah penegasan bahwa tidak ada tuhan (yang patut diibadahi atau disembah) kecuali Allah. 

Sebuah kalimat tauhid, kalimat yang diimpikan setiap muslim, sebagai kalimat terakhirnya sebelum tutup usia. 

Sungguh indah, sungguh bahasa yang filosofis, padat, mencakup, kuat sekali, bila kita coba untuk memetik hikmahnya. 

Tapi bila ditanya, apakah ini makna sebenarnya dari lafadz-lafadz adzan tersebut? Wallahu 'Alam. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi