Kamis, 06 Juli 2023

Anatomi Manusia

Anatomi Manusia

Manusia terdiri tiga hal:

1. Jasmani /Fisik /Badan

Hak nya: Makan dan Minum, agar badan ada kekuatan untuk beraktivitas. 
Aktivitas atau amal terbagi dua:

a. Amal shaleh, amalan yang disandarkan kepada Rab, dan di pandang baik oleh Sang Khaliq bukan makhluk. Untuk mengetahuinya, Dia mengutus Rasul Muhammad SAW untuk menyampaikan  Kitab (Al-Qur'an) Nya. Yang mana didalamnya terdapat petunjuk mengenai semua hal, jawaban atas semua permasalahan, dan panduan hidup yang mengantarkan seorang muslim semakin dekat dengan Rabnya, jika dia jujur. 

b. Amal biasa, amalan atau aktivitas mau itu baik atau buruk di pandangan manusia, tetapi tidak di sandarkan kepadaNya. Bila amalnya baik, maka Allah SWT akan membalasnya didunia, sehingga tak ada lagi sisa amal kebaikan saat dia di akhirat. 

Kewajiban Jasmani: Digunakan atau digerakan untuk ibadah kepada Allah SWT. Mengapa demikian? karena pemilik sejati tubuh manusia adalah Sang Khaliq.

2. Akal pikiran /nalar

Hak nya : seperti badan atau jasmani, Akalpun harus senantiasa di beri "makan". Dengan melihat, membaca, mendengar, belajar, berfikir. Hal ini guna untuk meningkatkan daya nalar kita. Bila akal kita tumpul, kita akan mudah dibodohi dan termakan oleh ide-ide menyimpang, isme-isme busuk yang seolah berbau harum, pandangan-pandangan menyesatkan.
Karena jika akal atau nalar bekerja sebagaimana mestinya, itu akan membawa kita semakin dekat dengan yang menciptakan akal itu sendiri, Allah SWT, memang begitulah seharusnya.

Kewajiban akal : Dilatih atau digunakan dengan tujuan semakin memperkuat keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa.

3. Jiwa /Rohani

Hak nya: Diberi asupan atau siraman rohani agar jiwa kita senantiasa kembali suci, sebagaimana saat roh/ruh itu Allah SWT masukan ke dalam diri kita.
Saat Allah SWT meniupkan ruh dan masuk kedalam diri kita dan menetap di tempat bernama Nafs atau biasa kita sebut jiwa. 
Karena Allah itu Maha Baik, Maha Pengasih, Penyayang, Pemaaf, dengan kata lain Allah iti sumber dari seluruh kebaikan itu sendiri. 
Jadi saat iruh itu ditiupkan, ia (ruh) tentu saja disertai dengan nilai-nilai kebaikan, kesucian dari Allah.
Oleh karena itu di dalam jiwa/ruhani setiap manusia (mau nantinya menjadi muslim atau tidak) melekat sifat taqwa, yang membuat manusia selalu condong kepada berbuat kebaikan.
Meski telah ditiupkan ruh, karena pembentukan manusia itu sampai sembilan bulan, dan bayi butuh makanan, yang mana disuplai oleh ibunya dari makanan yang didapat dari hasil kerja ayahnya.
Karena manusia itu makhluk yang tak sempurna, ada saja dosa yang ia perbuat, makanan yang masuk pada tubuh bayipun tak bisa bersih sepenuhnya. 
Nah hal inilah yang mendorong masuknya sifat fujur kedalam jiwa manusia. 
Jadi di dalam jiwa /ruhani manusia iti ter dapat dua sifat, taqwa dan fujur, atau lebih mudah kita pahami dengan baik dan buruk.
Kedua hal ini terus beradu dan berlomba. Bila taqwa yang menang maka niat melakukan kebaikan itu akan direspon oleh akal dsn selanjutnya digerakkan oleh badsn untuk berbuat baik. Begitupun sebaliknya jika fujur yang menang.
Oleh karenanya, untuk menekan agar fujur tidak keluar, maka taqwanya harus kuat, dan cara menguatkannya dengan cara diberi "makan". Melakukan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an jadi ssalah satu cara untuk membuat ruhani kita tetap kuat.
Oleh sebab itu Allah memerintahkan kita shalat wajib 5 kali sehari, karena kita memang butuh itu, seperti halnya kita butuh makan 2 atau 3 kali sehari.
Fujur merupakan kebalikan dari taqwa, sehingga turunan sifat buruknya pun ada kebalikannya. 
Sehingga bila melihat ada orang yang sombong (fujur) kita balas dengan kebalikannya yakni rendah hati (taqwa). Bila marah, kita senyum atau hibur. Bila dia kikir kita balas dengan dermawan, begitu seterusnya. 
Dan bila fujur dalam diri kita ingin keluar, dengan kata lain kita hendak berbuat buruk, ingatlah tiga hal ini:
a. Kehinaan, setiap hal buruk pasti akan berakhir dengan kehinaan, 
b. Dampak kepada orang tua, perbuatan buruk kita akan berimbas pada orang tua, sekurang-kurangnya menodai kehormatan mereka. 
c. Ingat mati, bayangan saat kita melakukan hal buruk, saat itu juga nyawa kita dicabut, dengan kata lain kita mati dalam keadaan su'ul khatimah, bukan khusnul khatimah. 

Begitulah 3 hal yang ada pada manusia yang harus kita penuhi agar dapat kembali fitrahnya. Wallahu a'lam.

(sumber : ceramah Ust. Adi Hidayat mengenai mengendalikan hawa nafsu lengkap dengan dalilnya) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi