Minggu, 25 Juni 2023

Zona nyaman × Kemajuan

Sebagai seorang introvert, mencoba untuk membangun komunikasi dengan lingkungan baru bukanlah hal yang mudah.
Misal, suatu ketika sepupuku mengajakku ngumpul dengan bapak-bapak kampung kami.
Baginya ini hal biasa, tapi untukku ini sesuatu yang baru. 
Hingga akhirnya, saat tiba di kumpulan itu, orang-orang sibuk ngobrol sendiri-sendiri, sedangkan aku mematung sambil memperhatikan mereka.
Dipikranku saat itu hanya, aku hanya ingin segera pulang, karena aku tak tahu harus bicara apa disana, ada dan tidak adanya diriku juga rasanya tak mempengaruhi kumpulan itu. 

Bagiku ini masalah, tapi aku benar-benar tak tahu cara menyelesaikannya. 
Beberapa teman memberi masukkan, aku terima, hanya saja belum membuatku puas sepenuhnya. 

Hingga akhirnya aku bertemu paman.  Dia adalah suami dari kakak perrmpuan ibuku.
Saat kuceritakan masalah ini, bahwa aku kesulitan untuk berbaur dengan circle baru, dia bilang itu ketidaknyamanan. 

Setiap pikiran dan perasaan  negatif yang kudapati saat berada di tengah-tengah orang  baru, bila diartikan dalam satu kata, maka itu disebut ketidaknyamanan. Dan memang benar, aku sangat tidak nyaman disana.

Kata pamanku, ketidaknyamanan itu bagus, ia bisa membuatmu naik level. Teruslah berada disana, hingga dimana pikiran dan perasaan negatif tak ada lagi dan kau tenang disana. 

Dia bertanya, "Mana yang kau pilih, berada dalam ketidaknyamanan namun membuatmu berkembang, namun tetap dalam zona nyaman tapi tidak ada kemajuan apa-apa pafa dirimu?"

Ah ternyata begitu, pada saat itu, aku baru mengerti apa arti dari sebuah kenyamanan atau zona nyaman. 

Awalnya aku memang kesulitan mendefinisikan arti zona nyaman ini," Apa batasnya kita bisa disebut dalam zona nyaman? " begitu dulu kupikir.

Tapi ternyata, itu cukup sederhana, bila kita tidak merasakan ketidaknyamanan, berarti kita berada di zona nyaman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi