Dengan bersyukur juga mampu mengikis perasaan iri dengki dalam sanubari kita.
Allah bahkan menjanjikan siapa saja yang bersyukur maka akan ditambah nikmatnya atau rejeki nya (aku lupa).
Namun, apakah bersyukur itu urusan yang mudah dilakukan? bisa jadi.
Pamanku memberi trik bagaimana menerapkan syukur dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan melihat kebalikannya.
Sebelum kuberi contohnya, mari kita samakan dulu persepsi berdasarkan dalil, yang sebenarnya kita semua tahu tapi mungkin kita kelupaan, yaitu
"Apa yang kita sangka baik boleh jadi ternyata buruk untuk kita, begitupun yang kita sangka buruk ternyata itu yang terbaik bagi kita," (kita hanya belum sadar saja).
Dengan ini, kita mudah-mudahan bisa lebih berdamai dengan setiap takdir yang Allah berikan kepada kita, karena yakin bahwa Dia memberikan yang terbaik untuk kita.
Oke, kembali ke topik pembahasan, bersyukur dengan melihat kebalikannya, contoh: saat kamu sakit, mungkin kamu merasa sedih karena tidak melakukan apa-apa, namun bila ditafakuri dengan mengingat apa saja yang kamu lakukan saat sedang sehat sebelumnya ? Mungkin ada perilaku buruk yang tanpa atau dengan sadar kamu lakukan, sehingga dengan sakit mencegahmu dari melakukan keburukan itu, mencegahmu berbuat dosa, dengan kata lain membersihkan dosamu.
Dengan begitu, insyaallah kita jadi amat bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT atas sakit itu.
Atau bila melihat orang lain yang keadaannya jauh lebih buruk, pengemis misalnya, selain membuat kita menjadi merasa bersyukur atas rezeki yang dititipkan Allah, sertai juga rasa saya, kanyaah, kepada pengemis itu dengan memberi dan mendoakan yang terbaik baginya.
Atau bisa juga saat melihat orang lain dengan perilaku yang buruk, seperti mabuk-mabukkan misalnya, kita merasa bersyukur karena tidak sampai seperti itu, tapi kita harus kasihan, sayang, nyaah kepada orangnya, dengan mendoakan kebaikan untuknya, sedang untuk kelakuan mabuknya, jelas kita tolak atau kutuk.
Demikiamlah sedikit trik yang kudapat, mungkin agak belibet tulisannya, tolong maafkan saja. Wallahualam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar