Sabtu, 17 Juni 2023

Penulis adalah pemikir dan perasa

 Penulis sejatinya bukan penulis, dia adalah perasa dan pemikir. Dan semua orang adalah pemikir dan perasa.

Sedangkan menulis merupakan seni menuangkan isi pikiran dan perasaan kedalam bentuk tulisan. 

Kurasa kita juga sudah tahu, kadang yang kita ucapkan tak semuanya keluar seperti apa yang kita harapkan dalam pikiran atau petasaan kita.

Jadi bila kita ingin jadi penulis yang kita pertajam adalah perasaan dan pemikiran kita. 

Adapun menulisnya, hanya bisa kita ulang-ulang agar kita lebih terbiasa dalam menuangkan gagasan dan perasaan kita.

Keinginan menulis datang karena ada dorongan, baik dari pikiran atau perasaan. Itulah mengapa, kata orang menjadi penulis itu harus peka. Harus bisa melihat dan menangkap sesuatu.

Jadi, bila dikatakan bahwa setiap orang bisa jadi penulis, saya setuju. Karena bahan bakar utama menulisnya kita semua miliki. 

Namun sejauh mana dia bisa menuangkan isi pikiran dan perasaannya, itu bergantung pada sejauh mana anda melatih atau mengulang proses 'penuangan' ini.

Jadi, penulis bukanlah penulis, dia hanya manusia yang menuangkan isi hati dan pikirannya. Dan kita semua bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi