Membaca merupakan salah satu investasi yang tak kasat mata.
Manfaatnya sering kali datang belakangan sekali, tapi pasti ada, dan kita butuh.
Salah satu manfaat membaca ialah kita bisa mendengar kata hati kita membaca kalimat, yang boleh jadi itu berkaitan dengan kebiasaan buruk kita.
Kita seperti dinasihati atau diceramahi oleh diri sendiri, itupun bila hati kita lapang dan jujur.
Orang cenderung sulit bila menerima masukan dari orang lain secara tiba-tiba. Dengan membaca kita jadi sesikit lebih tambah mengwnal diri sendiri.
Di zaman modern ini, media untuk membaca sudah sangat beragam. Bila dulu orang hanya mengenal buku fisik, sekarang sudah ada ebook dan juga cerita online lewat platform-platform tertentu.
Sebenarnya hal ini lebih memudahkan orang-orang untuk menjangkau apa yang ingin dibacanya. Namun begitu, buku fisik tetap memiliki tempat tersendiri dihatiku, hehe.
Pergi ke toko buku atau perpustakaan menjadi kegiatan yang cukup mengasyikan, karena disana kita akan sadar bahwa kita ini "Tidak tahu apa-apa", sehingga rasa ingin tahu ini dan itu menyeruak.
Sayangnya, buku-buku yang sering kudengar hanya datang dari penerbit mayor, sedangkan penerbit indie kurang kudengar kabarnya, sehingga tak tahu mana buku yang sedang hangat dibaca.
Toko buku Gramedia menjadi salah satu toko buku yang konsisten dan hadir di tiap kota, sehingga kemanapun aku pergi, ada saja tempat yang bisa kudatangi.
Meskipun kuantitas buku yang tersedia berbeda dari satu tempat dengan tempat yang lain, harga buku di gramedia pun terbilang cukup mahal bagiku, hehe. Tapi karena suka, rasa keberatan menguap begitu saja, meski akupun ingin menemui toko-toko buku yang lain terutama indie.
Tak sepedrti Gramedia dia di Bandung yang tempatnya cukup strategis, sedangkan Gramedia di Kota Bekasi lokasinya berada di ujung kota atau pinggiran kota, untuk sebuah kota yang cukup ramai disana sini, Gramedia ditempatkan di pinggiran di tempat sepi, dimana lalu lintas maupun orang-orang jarang kesana.
Pikiran negativeku berkata:"apakah ini sikap kota Bekasi terhadap literasi, terhadap pengembangan minat baca masyarakatnya?", menancapkan mall di tempat-tempat potensial, namun menyingkirkan toko buku, seolah mereka tak ingin masyarakatnya jadi lebih berwawasan dan terus saja menjadi konsumen sejati."
Ah lupakan, itu hanya pikiran yang lewat begitu saja, tak usah dianggap betulan. Mungkin memang sekarang sudah tak jaman beli buku ke toko buku, semuanya bisa diakses lewat smartphone.
Tapi bagiku, toko buku tetap tempat yang selalu menarik dan menyenangkan untuk dikunjungi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar