Kamis, 03 Agustus 2023

Pertarungan dini

 03.30

Nomor yang cantik, pantas saja aku terbangun. Hanya bangun, belum berbuat apapun lagi selain melihat waktu di hp. 

Disinilah semuanya dimulai, sejak kita tersadar setan sudah menunggu dan langsung menyerang tanpa aba-aba.

Pertarungan yang sederhana sebenarnya, bila kita beranjak dari tempat tidur, kita menang. Tapi jika kita tertidur lagi, berarti setan menang.

Dan saat kita bangun lagi yang kedua kalinya, penyesalan yang menyambut.

Memulai hari dengan penyesalan, bukanlah awal yang baik. 


Senin, 31 Juli 2023

Kotor itu kepastian

07.30

Aku bangun, sambil mengecek dimana letak hp, lalu membuka beberapa sosial media, kebiasaan yang aku sendiri tak tahu betul apa itu perlu dilakukan.

Kemudian bergegas mengambil air wudhu, dan melaksanakan sholat subuh, meski lebih cocok sholat duha jika dilihat dari waktunya. 

Seperti biasa, aku mulai mengambil sapu dan pengki, untuk membersihkan lantai dua, yang terdiri dari dua kamar bersebelahan dengan ruang besar didepan kedua kamar itu. 

Lalu aku mengamati kondisi lantai di lantai dasar, apakah terlihat sudah disapu atau belum, jika sudah, berarti aku tinggal mengepel. 

Dan aku mulai mengepel setiap ruangan, kecuali kamar tidur di lantai satu. 

Tak lupa kubersihkan daun-daun yang baru berguguran pagi itu dihalaman rumah.

Mengecek wastafel juga kulakukan untuk memastikan apakah ada wadah kotor atau tidak. 

Semua kegiatan ini kucoba jadikan sebagai rutinitas pagiku, sebagai pengingat bahwa kotor itu suatu kepastian. 

Ia akan selalu datang, baik dari hasil perilaku kita, maupun datang sendiri. 

Sedangkan membersihkan kotoran itu pilihan. 

Dan bila kita mengabaikannya, kekotoran akan menumpuk, hingga di satu kondisi, membersihkannya akan menguras waktu dan tenaga. 

Dan kegiatan bebersih inipun menjadi gambaran, bahwa selain materi atau fisik yang selalu didatangi kekotoran, pikiran dan hati kitapun akan mengalami hal yang sama.

Oleh karenanya, Rasulullah mencontohkan agar kita selalu beristigfar, untuk membersihkan atau menyucikan diri dari dosa. 

Memerintahkan kita berzakat dan menganjutkan sedeqah dan infaq untuk membersihkan atau menyucikan hati dan harta kita. Wallahu alam. 

Rencana dan Realita

Berencana untuk satu hari kedepan, satu minggu, satu bulan bahkan satu tahun kedepan boleh saja.
Hanya saja jangan sampai perencanaan itu menghambat kita dalam menjalankan tugas utama sebagai manusia, yaitu ibadah kepada Allah SWT. 
Akan lebih indah jika perencanaan kira aejalan dengan ibadah kita. 
Namun hati-hati, rencana tak sama dengan melamun.
Perencanaan adalah langkah nyata yang hendak kita jalankan setelah mengukur kesanggupan. 
Bukan sekedar melamun ingin sesuatu tanpa tindakan nyata untuk mewujudkannya. 
Dan selalu ingat dan tetapkan niat saat membuat perencanaan, bahwa semuanya itu kita kerjakan semata karena Allah saja. 
Kita kerjakan hanya untuk mendapatkan rahmat dan rido-Nya.
Kita juga harus sadari betul, sejauh apapun rencana itu kita persiapkan, maut bisa datang kapan saja. 
Sehingga dalam setiap aktivitas keseharian kita, kita jalani dengan penuh kesungguhan karena Allah SWT.
Nikmati setiap detiknya hidup, sadari itu, kenali tanda - tanda kekuasaanNya, dan berdzikirlah.
Karena sumber kebahagian itu saat kita menyadari akan nikmat Allah yang ia limpahkan kepada kita. Wallahu alam. 

Tidak ada ayah yang sempurna

Memiliki seorang ayah yang suka bertengkar dengan ibu memang opsi ke sekian.

Mungkin satu opsi diatas ayah yang sering pergi bekerja berbulan-bulan diluar kota.

Dari dua opsi ini mana yang lebih baik?

Bagi anak yang orang tuanya sering bertengkar, mungkin akan memilih ayah yang suka kerja diluar, karena akan membuat suasana rumah damai. 

Begitupun sebalikmya, anak yang jarang bertemu ayah, tentu mendambakan keberadaan ayah setiap harinya, meski perangainya buruk.

Ini hanya contoh kecil, diluar sana, tentu gambaran seorang ayah lebih beragam, mau itu baik ataupun buruknya. 

Sebagai seorang anak, kita tak bisa menafikan keberadaan ayah, jadi terima dia dengan segala kekurangannya. 

Mau bagaimanapun, dia adalah ayah yang telah Allah pilihkan untuk kita. 

Tiru kebaikannya, dan jadikan pelajaran untuk kita bila mendapati keburukannya. 

Karena dia dan kita sama. Sama-sama manusia. Sedang sifat manusia itu tak sempurna. 

Rabu, 26 Juli 2023

Merasa suci

Perasaan suci, suatu rasa saat yang timbul saat kita sudah melakukan ta'lim, atau mendengar atau melihat pengajian, lalu kita berada di kondisi lingkungan biasa, lingkunagn umum, dunia nyata, tempat dimana kejahatan-kejahatan yang terlihat kecil dibiarkan, keburukan-keburukan yang terkesan sepele diabaikan. 

Sedangkan kita saat itu baru saja mendapat siraman rohani, baru selesai menyucikan diri, membersihkan jiwa, lalu dihadapkan dengan kenyataan dunia yang beragam, kemudian timbullah perasaan soal kita ini setetes embun di tengah kubangan lumpur. 

Perasaan bersih dan yang lain kotor, ini kadang mengakibatkan berhentinya komunikasi. Karena kita tak ingin terkontaminasi dengan kekotoran ucapan mereka. 

Begitulah kiranya gambaran, saat aku merasa suci, apakah ini baik, jelas tidak, bahkan membahayakan. 

Hal ini terjadi saat kita memandang dunia dari kacamata negatifnya saja. Hanya terfokus saat orang-orang melakukan kesalahan atau keburukan. 

Seolah hanya mata kiri yang terbuka. Dan kita menjadi antipati kepada yang lain, yang menurut kita salah. 

Saat hati enggan, pikiran negatif, dan ucapan tertahan, ini jelas tak baik bagi seorang muslim, saat diperintah untuk mensyiarkan islam kemana-mana. 

Lalu, apakah mendengarkan pengajian itu buruk?, bukan begitu juga. Ayat Al-quran dan Hadits yang disampaikan jelas suci, karena memang bersumbur dari yang Maha Suci. 

Tapi kehidupan nyata di dunia memang tak sempurna, begitulah adanya. Nah tugas kitalah untuk menyambungkan keduanya, dengan kesadaran, ke ikhlasan hati, pikiran positif, ilmu yang haq, dan kebijaksanaan.  Wallahu alam. 



Berhenti berpikir, mulailah bergerak

 Allah itu Maha Kaya, mintalah apapun, sejauh yang bisa kau bayangkan.

Namun, jika permintaanmu belum terkabul, bisa jadi dirimu yang belum siap atau mampu untuk menerimanya. 

Beranilah bermimpi, hanya hati-hati membedakan antara mimpi dan angan-angan. 

Menjemput rezeki, Sebenarnya sudah tak terhitung rezeki yang Allah limpahkan, hanya mungkin kita tak sadar, atau rak tahu cara mengambilnya. 

Salah satu kebiasaanku adalah over thinking, terlalu lama berpikir hingga lupa melangkah. Terlalu lama memikirkan cara memenangi balapan tanpa sadar yang lain sudah di garis finish. 

Melangkahlah, bergeraklah, bagiku ini cukup sulit, meski prakteknya mungkin sederhana. 

Terlalu banyak berpikir dan merenun, jika pola bepikirnya tidak diarahkan dengan benar, bisa-bisa memikirkan sesuatu  yang sebetulnya bukan ranah manusia atau makhluk. 

Saat Rasul menyarankan unruk bermuhasabah, itu bukan mengajak berpikir mengawang tak jelas, tapi memikirkan, mengingat, dan mengevaluasi perbuatan kita. Baik perbuatan lahir maupun batin. 

Berencana boleh, tapi jangan lupa dengan nikmat Allah yang setiap detiknya terus mengalir. 

Aku kira

 Anak kecil, aku kira benar bercerita ternyata aku yang dia ceritakan


Di tes, aku kira beneran bertanya, ternyata sedang menguji diriku


Mengecat tembok, aku kira betulan tembok, ternyata maksudnya aku harus mewarnai lingkungan, 


Berlindung dalam kebaikan, aku kira aku betulan berbuat baik, ternyata secara tak sadar aku sedang bersembunyi dalam kebaikan


Mulai dengan membersihkan tempatmu berada, selalu bersihkan tempat dimanapun kau berada, dimanapun kau tinggal


Membersihkan tempat melatih membersihkan hati


Kotor melahirkan aura negatif, mempengaruhi diri jadi negatif secara tak sadar, 


Bila orang dihadapan kita membicarakan orang lain, lalu menyamarkan namanya, cobalah berpikir kalau yang dia objek omongan itu adalah kamu


Bilapun orang yang diomongkannya benar dengan menyebutkan namanya, tetap cobalah berpikir bahwa objek ucapannya adalah kamu


Untuk menguji kepekaanmu, tengoklah, bila kamu masih tak peduli melihat yang kotor, berarti belum peka. 


Bila melihat yang kotor, tergerak hati untuk membersihkan, bisa jadi kamu sudah mulai peka

Lakukan secepatnya, meskipun kau hanya menetap beberapa hari saja, bersihkan saja semuanya


Saat tinggal di dimanapun, baik di rumah, ataupun rumah orang lain, kamar orang lain, jangan menerima keadaan begitu saja, jika dirasa banyak yang kotor, bersihkan, jika dirasa tidak rapi, bereskan. Inilah yang kupahami sekarang dengan apa yang dimaksud "Mewarnai lingkungan sekitar" 

Saat kau merasa baik, boleh jadi kau benar-benar sedang tidak baik. 


Dibanding bandingkan memang pahit, tapi itulah kenyataannya, harus aku terima dan memperbaiki diriku lagi. 


Leak, bayi linglu



Bersihkam, bsrsihkan, bismillah

Saksi