07.30
Aku bangun, sambil mengecek dimana letak hp, lalu membuka beberapa sosial media, kebiasaan yang aku sendiri tak tahu betul apa itu perlu dilakukan.
Kemudian bergegas mengambil air wudhu, dan melaksanakan sholat subuh, meski lebih cocok sholat duha jika dilihat dari waktunya.
Seperti biasa, aku mulai mengambil sapu dan pengki, untuk membersihkan lantai dua, yang terdiri dari dua kamar bersebelahan dengan ruang besar didepan kedua kamar itu.
Lalu aku mengamati kondisi lantai di lantai dasar, apakah terlihat sudah disapu atau belum, jika sudah, berarti aku tinggal mengepel.
Dan aku mulai mengepel setiap ruangan, kecuali kamar tidur di lantai satu.
Tak lupa kubersihkan daun-daun yang baru berguguran pagi itu dihalaman rumah.
Mengecek wastafel juga kulakukan untuk memastikan apakah ada wadah kotor atau tidak.
Semua kegiatan ini kucoba jadikan sebagai rutinitas pagiku, sebagai pengingat bahwa kotor itu suatu kepastian.
Ia akan selalu datang, baik dari hasil perilaku kita, maupun datang sendiri.
Sedangkan membersihkan kotoran itu pilihan.
Dan bila kita mengabaikannya, kekotoran akan menumpuk, hingga di satu kondisi, membersihkannya akan menguras waktu dan tenaga.
Dan kegiatan bebersih inipun menjadi gambaran, bahwa selain materi atau fisik yang selalu didatangi kekotoran, pikiran dan hati kitapun akan mengalami hal yang sama.
Oleh karenanya, Rasulullah mencontohkan agar kita selalu beristigfar, untuk membersihkan atau menyucikan diri dari dosa.
Memerintahkan kita berzakat dan menganjutkan sedeqah dan infaq untuk membersihkan atau menyucikan hati dan harta kita. Wallahu alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar