Kamis, 03 Agustus 2023

Kakek di puskesmas

 Saat itu aku sedang duduk bersama pasien lainnya menunggu panggilan dokter puskesmas.

Tiba-tiba saja, seorang pria dengan jaket parasit, serta topi, yang mencoba menutupi rambutnya yang putih semua, menyapaku.

"Sakit apa dek?" katanya

"Gini pak, kemarin saya ngelamar kerja, terus gak lolos tes kesehatan, nah sekarang saya cuma mau konsultasi sama dokter perihal penyakitnya."

"Oh, ngelamar kerja dimana emangnya?"

"Di Jakarta pak, jadi sekuriti, kebetulan dulu juga sudah pernah kerja jadi satpam."

"Hmm, bapak juga pernah kerja yang seperti itu, kalau gak salah waktu itu bapak jadi Chipnya."

"Bentar pak, bukannya chip itu sebutan buat pimpinan tertinggi satuan kerjanya?" tanyaku.

"Iya benar, setelah pensiun dari tentara, bapak kerja jadi chip disana beberapa tahun samle akhirnya pensiun juga."

"Oh bapak dari kesatuan, pantas saja, memang biasanya komandan regu apalagi chip diambil dari kesatuan, dari angkatan apa pak?" kataku lagi, penasaran.

"Dari Kopassus dek." jawabnya pendek, tapi cukup berefek.

"Wah Kopassus, oh iya iya, katanya pelatihan Kopassus itu lebih susah dari yang lainnya yah?"

Si bapak hanya mengangguk sambil tersenyum. 

Selanjutnya, aku coba beberapa pertanyaan lagi, sampai akhirnya namaku di panggil dokter. 

Sungguh, bila dia bukan pembohong, penampilannya sangat tidak mencerminkan kesatuam, apalagi Kopassus.

Saat kami mulai mengobrol, aku masih mengira dia kakek-kakek biasa sampai ia ungkap dirinya, karena penampilannya sungguh menipu.

Tak terlihat kegagahan, dari tubuhnya, yang tampak sering membungkuk itu, ah mungkin aku saja yang tak pandai menilai orang. 

Dari sini aku belajar, jangan pernah menyepelekan orang yang terlihat lemah, apalagi kakek-kakek, bisa jadi yang kau temui mantan intel atau master bela diri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi