Dari anak kecil aku belajar, kalau marah atau sedih, sebentar saja.
Dari anak kecil aku belajar untuk selalu memaafkan dan berbaikan.
Dari anak kecil, rasa ingin tahu begitu menggebu hingga orang dewasa mengikisnya sedikit demi sedikit.
Dari anak kecil aku belajar bahwa untuk bahagia cukup dengan melihat hewan-hewan kecil.
Dari anak kecil, aku berlatih mengendalikan emosi, karena anak kecil begitu peka, bila ada amarah yang diarahkan pada nya, dia akan mencoba mencari perlindungan dari ancaman itu atau menjauh darinya.
Tapi sungguh lucu, saat perilaku anak kecil hinggap di orang-orang yang sudah tumbuh kumis dan janggut.
Karena gara-gara satu dan lain hal, ada juga atau bahkan banyak orang dewasa yang masih berperilaku seperti anak kecil.
Seperti anak kecil yang menangis sejadi-jadinya karena tak dibelikan es krim, begitupun orang dewasa, ada yang rela melakukan apapun bahkan sampai melampaui batas hanya untuk memenuhi keinginan sesaat.
Anak kecil penuh daya khayal. Tapi sikap suka berhayal ini akan merepotkan bila ada di orang dewasa, pikiran yang mengawang kesana kemari, berangan-angan menginginkan ini dan itu hingga lupa, bahwa ia belum melangkah sama sekali.
Anak kecil mudah terbuai dengan hal baru yang menurutnya menakjubkan, dan itupun tak jarang menghinggapi masyarakat dewasa, saat melihat atau mendapat sesuatu yang baru dan mengagetkan, kita terlalu cepat kagum. Terkadang melewatkan telaah objektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar