Minggu, 02 Juli 2023

Cara Bahagia dalam Bekerja

Kita kerap merasa jika mengambil pekerjaan ini pasti menyenangkan, lalu setelah memasukinya ternyata dibawah ekspetasi.
Lalu setelah merasa gagal, kita mencari jenis pekerjaan yang lain, kemudian berkata, "Ah sepertinya yang ini pekerjaan yang mudah lagi nyaman".
Awalnya kita merasakam kenikmatan itu, lalu lama kelamaan kita baru sadar, bahwa itu kesenangan semu, dengan waktu kerja yang dihabiskan, pendapatannya tak berimbang. 
Begitulah kita, selalu mencari pekerjaan yang mudah dan nyaman.
Sedangkan pepatah sunda menyebutkan  "Euweuh pagawean nu ngeunah." (tidak ada pekerjaan yang enak).
Apakah pepatah ini menjelaskan bila pekerjaannya menyenangkan atau mudah, itu bukan kerja. 
Berbicara tentang mudah, aku mencapai pada satu teori, bila jenis pekerjaan itu sulit atau membutuhkan skill khusus, maka akan dibayar tinggi. Semakin sulit pekerjaan, semakin sedikit peminatnya sehingga langka. 
Begitupun sebaliknya, semakin mudah pekerjaan dilakukan, semakin banyak peminat, semakin sedikit upahnya. 
Namun teori ini belum dikaitkan dengan kenyamanan atau kebahagian dalam bekerja. 
Kenyamanan itu kadang diukur atau ditentukan dengan setinggi apa ekspektasi kita pada pekerjaan itu. 
Bila dibawahnya, mungkin kita tidak bahagia atau nyaman, begitupun sebaliknya. 
Tapi, ada cara lain agar nyaman dalam bekerja, kuncinya itu, jangan taruh harapan kebahagiaan pada keadaan tertentu, orang tertentu, tempat tertentu. 
Bersyukurlah, semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kebahagiaan yang dapat dialami. 
Bersyukur tidak berkaitan dengan tinggi rendahnya pendapatan, tapi orang bersyukur akan selalu melakukan yang terbaik, melaksanakan ikhtiar sejauh yang ia mampu, berusaha semaksimal mungkin. 
Bekerja kepada orang lain atau tidak bukanlah soalnya, tapi apakah pekerjaan itu kita laksanakan karena Allah atau tidak?. 
Bila suatu pekerjaan membuat kita semakin jauh dari-Nya bukan semakin dekat, marilah bertafakkur dan bermuhasabah, dan ingatlah bahwa Dia itu Maha Baik, dan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi