Kita adalah manusia, manusia itu apa?
Manusia itu makhluk atau yang diciptakan
Apa tujuan manusia diciptakan?
Untuk menghamba atau beribadah kepada tuhannya, siapa tuhannya?
Dia yang menciptakannya, merawatnya, pemilik bumi dan langit, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Siapa Dia?
Allah Subhanahu Wataala, memiliki sifat mukhalafatu lil hawadisi (berbeda dengan makhluknya)
Karenanya,
Bila manusia makan, Dia tidak.
Bila manusia tidur, Dia tidak,
Bila manusia kadang tidak tahu sesuatu, Dia pemilik pengetahuan itu sendiri
Bila manusia berpasangan, Dia Esa/Tunggal
Lalu, karena Dia Maha Sempurna, maka wajar bila makhluk tidak perlu menuntut sempurna (karena memang tidak mungkin), karena sifat bawaan makhluk itu tidak sempurna.
Tapi kalau mencoba untuk melakukan semaksimal atau sesempurna mungkin, tentu saja boleh (meski tetap tak akan sempurna).
Saat kita mengerti ini, ketika bertemu seseorang, dan dia melakukan kesalahan, kita bisa menerimanya dengan pikiran yang logis serta hati yang tenang, karena kita tahu kita makhluk, dan sifatnya itu tidak sempurna, atau pasti dikenai salah.
Oleh karenanya, mari berhati-hati, menuntut seseorang menjadi sempurna berarti memaksanya keluar dari fitrahnya, mendorongnya keluar dari hakikat dirinya.
Dan karena Kesempurnaan itu sifat Sang Khalik (Pencipta), meminta manusia menjadi sempurna, sama saja memintanya untuk menjadi tuhan, itu jelas mustahil.
Oleh karenanya, sebagai sesama makhluk Allah, sesama manusia, saling menghargai, menghormati, dan menerima kekurangan dan mendoakan kebaikan merupakan sikap yang bijak.
Serta terus belajar dan memperbaiki diri, bukan untuk menjadi sempurna, tapi untuk menjadi makhluk atau hamba Allah yang terbaik.
Wallahu alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar