Kamis, 15 Juni 2023

Percaya diri dan kesombongan

Ada garis tipis antara rasa percaya diri dan rasa sombong.

Saat orang menarik garis dirinya seolah miliknya sendiri, itu akan rentan terhadap rasa sombong.

Ketika seseorang merasa bahwa tubuhnya yang atletis, kendaraan bagus, rumah mewah, pasangan menawan, pekerjaan menjanjikan dan yang semisalnya adalah hasil dari kerja kerasnya sendiri, dan merasa Akulah pemilik semuanya, hati-hatilah, saat semua hal sudah merasa menjadi "kepunyaanku", terjerumus pada kesombongan kian meningkat.

Padahal kita tau sendiri, tidak ada ruang bagi manusia untuk sombong dimuka bumi ini. 

Langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, hutan, laut, semuanya adalah kepunyaannya, semuanya ciptaannya, tak ada apapun yang bisa kita akui didunia, saat kita mampu mengakui kebenaran ini dengan kejujuran hati. 

Begitu juga dengan diri kita, pasangan kita, harta benda, pangkat, jabatan, semuanya menimpa kepadamu bukan karena usahamu semata, melainkan Dia MENGIJINKANNYA.

Bila pola awal kita berpikir adalah bahwa kita ini bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, tak memiliki apa-apa, semuanya hanya titipan, dan kewajiban kita hanya menjaganya dengan segenap tanggung jawab.

Bila landasan berpikirnya dari sini, aku yakin orang itu akan menjalani hidupnya dengan lebih jujur, lebih bertanggung jawab, lebih berhati-hati dan juga berani.

Menjaga diri fisik, menjadi seperti menjaga akar apa yang Dia titipkan kita jaga dan rawat sebaik mungkin.

Begitu juga dengan hati dan pikiran senantiasa kita jaga dengan membuatnya terus bekerja secara optimal, ke jalan yang benar, dengan mengikuti petunjuk yang ia tonggalkan dalam Al-quran dan Al-had it's.

Dan nikmat yang paling utama, yang Dia titipkan sejak ditiupkannya ruh kedalam raga kita, yaitu Islam. 

Islam dan Iman menjadi harta yang paling berhaga yang harus kita jaga, pelajari, dan praktekan. 

Allah SWT berfirman, bila kita mengikuti petunjuknya, kita tidak akan merasa takut juga tak akam bersedih hati. 

Marilah kita berintrospeksi diri bila rasa takut dan sedih masih sering menghinggapi kita, Allah SWT itu Maha Pengampun.

Dan yang terpenting kita berusaha untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit agar bisa mengenali diri sendiri, mengenal Nya dan semakin dekat denganNya. Wallahu 'alam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi