Minggu, 29 Agustus 2021

Ulasan buku : Man's Search for Meaning

 

Seperti seorang bocah cilik yang mendapatkan mainan baru yang selama ini ia inginkan, bocah itu begitu bahagia, berjingkrak kegirangan lalu memamerkan kepada teman-teman bermainnya. Kurang lebih seperti itulah perasaanku saat membaca buku “Man’s search for meaning”.  Bagi pembaca pemula sepertiku, saat menemukan hal baru dalam bacaannya langsung besar kepala, seolah ia menemukan harta karun yang begitu bernilai. Keinginan untuk berbagi mengenai hasil bacaannya timbul begitu saja. Terlebih lagi, secara kebetulan dalam buku ini, terdapat solusi mengenai masalah yang sedang dihinggapinya.

Cukup banyak pencerahan yang kudapat di dalamnya. Satu diantara yang masih kuingat ialah mengenai suatu penyakit psikis yang penulis beri nama “Kehampaan Eksistensial”.

Katanya, di jaman sekarang, penyakit ini begitu popular apalagi di kalangan anak muda.  Penyakit ini bukan penyakit yang menyerang kepada fisik kita secara langsung, melainkan kepada mental kita.

Untuk mendeteksi apakah kita sedang terjangkit penyakit ini atau tidak, cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut:

“Apakah kamu pernah merasa seolah hidup ini tidak ada artinya lagi?”

“Apa kamu merasa bosan dengan kehidupan yang sepertinya begitu-begitu saja? Sehingga sempat terbesit bahwa meninggalkan hidup ini bukanlah hal yang besar?

“apakah kamu merasa beban dan masalah yang menimpamu terasa begitu hebat, sampai kamu berpikir untuk mengakhiri hidupmu? Buat apa hidup, mati rasanya jauh lebih baik (mungkin begitu pikirmu)

Apabila kamu pernah merasakan hal-hal diatas, aku pun sama.

Dan saat aku membaca buku itu, lebih kurang aku mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan dan masuk akal mengenai apa yang kurasakan. Apa sebenarnya masalah itu? lalu bagaimana solusinya.

Mungkin ada sebagian yang bertanya,” mengapa penyakit ini popular sekarang? Bukankah pertanyaan atau perasaan demikian bisa hinggap pada siapa saja dan kapan saja?”.

Memang benar, hal ini bisa hinggap pada siapa saja, namun kenapa disebut popular sekarang?  Karena, diantara penyebab timbulnya penyakit ini adalah hilangnya makna. Dan diantara makna itu terkandung dalam budaya dan tradisi. Disini pun aku baru sadar betapa pentingnya kita menjaga tradisi dan budaya kita, karena salah satu hikmah dari budaya itu sendiri adalah ia menyimpan atau menjaga makna.

Orang tua dulu, mungkin sering menasihati kita ini itu, atau di daerah kita terdapat budaya begini begitu, yang terkadang saat melihat praktek pelaksanaannya seperti tahayul. Padahal jika kita telaah sedikit lebih dalam, biasanya pasti ada pesan tersirat didalamnya, ada suatu makna tentang kehidupan yang menjadi pegangan orang tua kita. Dan lewat tradisi dan budaya itulah makna itu terjaga, sehingga masyarakatnya dapat memetik nilai-nilai kehidupan disana.

Namun, untuk masa sekarang, kita sadari betul, bahwa tradisi dan budaya sedikit demi sedikit mulai tersingkirkan, terasingkan, sampai akhirnya dilupakan.

Dan penyakit kehampaan eksistensial ini akar penyebabnya ialah hilangnya makna dalam diri kita. Lalu kita pun tak tahu bagaimana atau dimana menemukan makna tersebut.  Untuk lebih lengkapnya silahkan dibaca bukunya J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saksi